Assalamualaikum!!
Alhamdulillah, akhirnya saya bisa membuat entri setelah beberapa lama vacuum (tepatnya 1 tahun). Pada postingan yang bisa dibilang 'pertama' ini saya akan membahas tentang 'Penting dan Wajibnya Berhijab Untuk Wanita Muslimah'.
Saudara Muslimah dimana pun anda berada yang sedang membaca postingan saya ini, saya ingin bertanya apakah kalian telah memenuhi perintah Allah untuk berhijab? Jika sudah saya ucapkan Alhamdulillah, saya merasa bangga dengan kalian. Namun, bagaimana dengan yang belum bersedia berhijab? saya tak bisa memaksa kalian, itu adalah urusan kalian dengan Allah nantinya.
Banyak diantara wanita yang beragama Islam yang masih memamerkan auratnya. Ntah mereka menganggap diri mereka cantik, seksi, menarik atau apalah yang menyebabkan mereka enggan memakai jilbab yang dikira akan menganggu penampilan mereka, naudzubillah!!. Padahal yang membuat penampilan mereka sedemikian menarik itu adalah berkat kuasa Allah. Bayangkan jika Allah ingin mengambil kelebihan itu dari mereka, dalam sekejap mereka akan menjadi tidak menarik lagi. Dan mulai saat itu barulah mereka menyesal.
Allah memberikan kalian para wanita muslim penampilan yang menarik bukan untuk disombongkan atau pun dipamerkan, apalagi kepada yang bukan muhrim, Astaqfirullah!!. Ubah mindset kalian yang berpikir bahwa berhijab mengganggu penampilan. Allah bisa saja dengan mudah membuat kalian menjadi 10 atau 100 atau bahkan 1000 kali lebih menarik dari sebelumnya jika kalian berhijab memang karena-Nya. Wanita muslim yang cerdas selalu berpikir positif. Kalian jangan pernah termakan (terpengaruh oleh perkataan orang lain) tentang penampilan kalian. Semua orang dengan mudahnya bisa menyeret kita untuk masuk kedalam neraka. Tapi untuk mengajak kita masuk ke surga paling hanya beberapa saja. Think about it!! ;).
Lalu ada juga yang beralasan kalau sebenarnya kepengen berhijab. Tapi hati belum siap. Masih sering berbuat maksiat. Ohh c'mon ladies, why you really stupidfully. Berpikir lah kedepan, luaskan pemikiran sempit seperti itu. Bebaskan akal kalian dari hal yang negatif. Kalian pikir buat apa kalian berhijab? Apa hanya sekedar ingin menutup aurat? Jika saat ini hati masih belum siap dan masih sering berbuat maksiat, apa jaminannya suatu saat nanti kalian akan terbebas dari perbuatan maksiat dan siap untuk berhijab? Apa? TIDAK ADA!!. Apa yang ingin kalian tunggu? Menunggu waktu sampai benar benar siap? tunggu saja sampai tua. Menunggu Teguran dari Allah? iya kalau siap, kalau tidak siap? yang iya malah makin jauh dari Allah. Menunggu Hidayah dari Allah? Jika diberi teguran saja tidak siap, bagaimana mungkin kalian sadar jika kalian diberi Hidayah oleh Allah?
Berhijab itu tidak hanya sekedar menutup aurat. Sama halnya seperti sholat, berhijab itu menjauhkan kalian para wanita muslim dari perbuatan keji dan mungkar (maksiat, dsb). Jangan pernah menilai sesuatu jika kita hanya mendengar cerita dari sebagian orang. Jangan mengikuti jalan sesat orang lain, tapi buatlah orang lain mengikuti jalan kebenaran Allah, In Shaa Allah kita akan mendapat pahala.
Saya mempunyai sebuah cerita singkat mengenai pentingnya wanita untuk berhijab:
Ayah: Mau kemana kamu, nak?
Anak Perempuan: Aku mau pergi bersama teman teman ku Yah. Boleh kan?
Ayah: Iya boleh, pulangnya jangan kelamaan ya.
Ibu: hati hati, nak.
Anak Perempuan: iya Ibu, Ayah terima kasih. Aku pegi dulu ya, aku sayang kalian.
Ibu: Apakah kau benar benar menyayangi Ibu dan Ayah mu, nak?
Anak Perempuan: Tentu saja aku sayang kalian. Kenapa Ibu bertanya seperti itu? (tanya si anak heran)
Ibu: Kau tak benar benar menyayangi kami, nak. Seharusnya jika kau menyayangi kami kau tak pergi keluar dengan penampilan seperti itu (tak menutup aurat). Sebagai wanita muslim kau wajib menutup aurat. Setiap kau memperlihatkan aurat mu kepada orang lain bukan hanya kau yang berdosa, tapi Ibu dan Ayah mu juga ikut berdosa. Apa itu yang kau bilang sayang pada kami anak ku? Apa kau ingin perlahan-lahan menyeret kami masuk kedalam neraka dengan penampilan mu seperti itu setiap pergi keluar?
Anak Perempuan: (kelanjutannya silahkan kalian sendiri yang menggambarkan sesuai dengan yang kalian rasakan jika kalian yang mengalami kejadian seperti itu)
Dari cerita diatas diketahui bahwa dosa wanita yang tidak menutup aurat bukan hanya diterima dirinya sendiri, tetapi juga orang tuanya. Apa kalian tega membiarkan orang tua kalian menanggung dosa atas apa yang tidak mereka lakukan? Apa kalian tega menyeret orang tua kalian sendiri (yang telah bersusah payah menghidupi kalian dari kandungan hingga seperti ini) menjauh dari surga Allah? Apa itu yang kalian bilang sayang dengan orang tua? Jika memang sayang jangan hanya sekedar diucapkan, tapi dibuktikan. Tidak ada jaminan untuk wanita yang berhijab terlepas dari perbuatan maksiat. Tidak ada jaminan wanita berhijab akan masuk surga. Tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang diniatkan karna Allah, In Shaa Allah akan di ridhai oleh-Nya. Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui apa saja yang dilakukan oleh hamba-Nya. Setidaknya jika kalian berhijab kalian telah melakukan hal yang benar, yaitu menjalankan perintah Allah untuk berhijab. Setelah itu kalian rasakan sendiri sensasi dari berhijab ini. Saya tidak pernah mendengar ada hal negatif dari wanita yang berhijab, kebanyakan malah hal positif. Mereka menjadi rajin sholat 5 waktu dengan tepat, rajin berpuasa, mampu mengontrol emosi, dll tergantung niat dan keseriusan si wanitanya, Subhanllah!!.
Saya rasa postingan ini cukup sampai disini dulu karena saya sudah sangat mengantuk, In Shaa Allah akan ada postingan lainnya yang lebih bermanfaat. Ohh iya, jika ada ada kekurangan dan kesalahan saya mohon maaf. Saya mohon kritik dan masukannya jika ada untuk di isi di kolom komentar. Terima Kasih :).
Mas Dwi Saputra
Sumber Foto: Instagram @ukhtisally
Postingan saya ini terinspirasi dari Sahabat saya Rizki Deya Amanda yang ingin berhijab namun terkendala oleh sesuatu hal. Saya selalu berdoa semoga sahabat saya itu segera berhijab dan menjadi wanita yang shalehah. Amin o:).
Update 22 November 2015: Sahabat Saya Kiki ini telah berhijab, Alhamdulillah Ya Allah.




No comments:
Post a Comment