Friday, 25 December 2015

Matematika, Musuh Alami para Pelajar di Dunia


Sewaktu aku masih SD, aku tak begitu mengenal apa itu matematika. Namun bukannya sombong, nilai Matematika ku selalu tinggi dan sering menjadi contoh koreksi untuk murid yang lain. Aku mampu berhitung cepat tanpa ada kesalahan, itu semua wajar karena belakangan aku tau bahwa kemampuan ini diturunkan langsung oleh Mamak ku. Yaa beliau memang terkenal pintar Matematika saat di sekolah.


Aku mulai menyukai MTK saat aku SMP. Disetiap tugas yang diberikan oleh guru, aku selalu mengerjakan dengan cepat di antara murid yang lain dan mendapatkan nilai sempurna. Aku mulai memiliki cita-cita untuk menjadi guru MTK saat itu. Sejak dari SD hingga saat ini aku terbiasa menghitung tanpa menggunakan alat hitung. Aku belajar mencari hasil tidak hanya 'tambah kurang bagi kali' dalam ruang lingkup bilangan asli, tapi juga persen, bilangan ber koma, variabel dll.


Nah disini aku ingin menceritakan pengalaman ku yang sangat aku sesali. Yaitu saat aku mulai memasuki masa masa SMA. Pelajaran MTK tahun pertama, guru MTK ku saat itu orangnya tidak pernah marah. Saat pelajaran dia, murid bebas mau apa saja. Mau tidur, mau ke kantin, atau ngobrol sepanjang pelajaran, terserah dan bebas beliau tidak akan peduli. Itu membuat keadaan kelas ku menjadi noise (bising), aku tidak bisa konsentrasi sehingga membuat ku gagal paham dan aku menyadari bahwa 1 tahun itu aku tak mendapat ilmu MTK. Jangankan ilmu, aku bahkan tidak tau tentang apa pelajaran MTK yang diajarkan guruku saat itu.


Mulai kenaikan kelas aku mencoba membalas kekurangan ku ditahun sebelumnya. Seperti biasa, aku selalu mengerjakan tugas dengan cepat dan mendapatkan nilai sempurna. Bahkan menjadi contekan lebih dari separuh murid dikelas.


Seiring berjalannya waktu tibalah saat aku kelas 3 dan mulai menghadapi ujian try out untuk UN. Aku menemukan contoh soal Matematika tentang "LOGIKA"!! aku heran karena IMO (In My Opinion) aku tak pernah belajar itu di sekolah. Akhirnya aku bertanya dengan guru Matematika ku (kebetulan saat aku disekolah, dari SD, SMP hingga SMA, aku selalu dekat dengan guru Matematika) itu pelajaran kelas berapa?. Lalu guruku menjawab itu pelajaran kelas X semester 2. Aku langsung terduduk lemas. Jujur di antara pelajaran matematika menurutku Logika adalah ilmu matematika yang paling penting dalam kehidupan manusia. Namun aku melewati itu di tahun tahun sebelumnya, aarrggghhhhh sungguh bodoh bodoh bodoh nya aku ini. Namun setelah aku tau ketertinggalan ku sangat fatal aku mencoba mengejarnya dengan dibantu private oleh guru ku. Akhirnya meskipun hanya sedikit waktu aku lumayan bisa mengejar ketertinggalan, aku mulai memahami logika. Inilah cikal bakal ku menyukai komputer.


Aku mulai menyukai komputer saat di akhir akhir masa SMA, namun bukan hardware tapi lebih software. Itu kenapa alasan pembuat software harus memiliki logika yang tinggi karena memang logika bahasanya yang sulit dimengerti orang awam. Orang yang membuat software biasa disebut programer. Meskipun aku menyukai komputer karena basic ku yang memahami logika matematika, namun aku tetap sulit untuk menjadi seorang programer karena logika yang aku punya belum cukup kuat. Logika matematika berbeda dengan logika pemrograman meskipun pada prinsipnya sama, namun aku tak ingin menyerah dengan itu, aku harus lebih rajin berlatih dan mengasah kemampuan ini. Aku terus berjuang mengembangkan kemampuan ku yang masih sangat kurang ini hingga saat ini. Logika selain digunakan dalam dunia IT, juga berperan penting dalam hal lain. Contohnya dalam mengambil keputusan, IMO seorang yang memiliki logika yang tinggi mampu membuat keputusan jangka panjang. Karena itu mereka sering membutuhkan waktu untuk melihat aliran pola yang terbentuk dikepala mereka. Sedangkan orang yang logikanya lemah terkadang mengambil keputusan asal asalan yang penting ada keputusan tanpa tau resiko kedepannya.


Back to Topic. Matematika sesungguhnya tidaklah sulit. Jika kita ingin mempelajari logika maka ilmu matematika yang lain akan mudah dimengerti. Dalam pengalaman ku, matematika mengajarkan aku tentang pola dunia yang tidak banyak orang pahami. Itu mencakup ruang lingkup yang luas dan besar. Sebenarnya banyak yang ingin aku ceritakan tentang ini, namun aku sudah terlalu mengantuk. Mungkin nanti akan ada cerita saya part II tentang Matematika, doakan saja. Aku bersyukur memiliki bakat berhitung cepat dan logika yang lumayan. Yang ingin ku tekankan disini adalah apapun skill atau bakat yang kita miliki, kembangkan lah. Jangan sia siakan bakat kita meskipun tidak berdampak apapun sekarang, mungkin dimasa yang akan datang bakat kita akan berbicara. Oke terima kasih untuk yang telah membaca cerita saya, semoga bermanfaat bagi kita semua, selamat malam!!


Bonus:
Ini adalah soal ujian masuk untuk anak SEKOLAH DASAR di Hong Kong, dan anak anak itu mampu menjawabnya dalam waktu KURANG DARI 20 Detik. Mari kita coba lihat dan cari hasilnya. Ingat dalam waktu KURANG DARI 20 Detik yaa.


Mas Dwi Saputra

Sumber Foto:

No comments:

Post a Comment

Share yuk!!